“Aku adalah budaknya seseorang yang mengajarkanku ilmu meskipun hanya satu huruf” ucapan Sang Ayah dari Hasan dan Husein yakni Sayyidina Ali Bin Abi Thalib sebagai bentuk memuliakan guru.
Ta’dzim kepada seorang guru merupakan hal yang memang seharusnya dilaksanakan oleh para murid untuk mencapai keridhoan darinya serta bentuk memuliakan derajat ahlul ilmi.
Alkisah seorang ulama’ besar dari tanah Madura Syaikhona Kholil Al Bangkalani. Sebagaimana biasa beliau setiap harinya dikunjungi banyak tamu dari berbagai kalangan untuk meminta do’a dan keberkahan dari beliau.
Suatu hari hujan lebat mengguyur tanah Bangkalan, Madura, nampak dari kejauhan ada seorang laki-laki tua renta yang lumpuh kakinya mengesot di halaman rumah Syaikhona Kholil menuju ke rumah beliau untuk bertamu. Nampaknya hal itu diketahui oleh Syaikhona Kholil dan seketika berkata kepada santri-santrinya: “Wahai para santri siapa diantara kalian yang mau menggedong tamuku itu?”
Tanpa ragu dan penuh dengan ta’dzim kepada sang guru, salah satu santri menjawab: “Saya wahai Sayaikh,”. Langsung ia bergegas menuju laki-laki lumpuh tadi dan menggendongnya sampai rumah Syaikhona Kholil.
Sesampainya dirumah, tamu itu disambut dengan sambutan hormat oleh Syaikona Kholil. Tak lama kemudian setelah keduanya bercengkarama layaknya tamu dan tuan rumah, Syaikhona Kholil kembali berkata kepada para santri-santrinya: ““Wahai para santri siapa diantara kalian yang mau mengantarkan tamuku sampai rumahnya?”
Tanpa ragu dan penuh dengan ta’dzim kepada sang guru, salah satu santri menjawab: “Saya wahai Sayaikh,”. Ternyata santri inilah yang tadinya juga menggendong laki-laki tua dari halaman menuju ke rumah Syaikhona Kholil.
Tak lama kemudian setelah sang tamu dan santri meniggalkan rumah Syaikhona Kholil, beliau berkata kepada seluruh santrinya: “Wahai semua santri saksikan semua bahwa seluruh ilmuku telah dibawa dan diwaris oleh santriku yang mengantar tamu tadi”.
Berselang waktu kemudian nampaklah bahwa laki-laki tua yang menjadi tamunya Syaikona Kholil adalah Nabi Khidhir dan Santri yang menggendongnya ke rumah beliau serta mengantarkannya pulang sampai rumah telah menjadi seorang ulama’ besar dan Ro’is Akbar Nahdlotul Ulama’ beliau adalah Hadrotus Syaikh Hasyim Asy’ari.

(By: Muhammad Rifai, S.Pd)